SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE KPPBC TIPE PRATAMA SAMBU BELAKANG PADANG

Sambutan Menteri Keuangan Pada Peringatan Hari Oeang ke-67

Hari ini, kita memperingati sebuah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tanggal 30 Oktober pada masa 67 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya, Pemerintah Indonesia yang berdaulat menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI). Pada hari yang sama, Pemerintah menyatakan bahwa uang Jepang dan uang Javasche Bank tidak berlaku lagi.
Meski memiliki masa peredaran singkat, ORI mengandung makna teramat berarti, tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga merupakan lambing kedaulatan Indonesia. Terbitnya ORI telah membangkitkan semangat rakyat Indonesia untuk terus menjaga dan mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia dari tangan penjajah. Semangat yang menggelora tersebut patut kita teladani dalam keseharian kita menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan Negara. Pengabdian yang harus kita junjung dan kita jalankan secara ikhlas dari hati nurani kita masing-masing, tidak hanya pengabdian kepada bangsa dan negara, tetapi juga wujud nyata seorang hamba menjalankan amanah dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Saudara sekalian,
Sebagaimana kita ketahui, pada tahun 2011 lalu, Pemerintah dan DPR telah berhasil mensahkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Sebagai negara yang merdeka dan berdaulat, mata uang merupakan simbol kedaulatan negara yang harus dihormati dan dibanggakan oleh seluruh warga negara Indonesia. Mata uang yang kita miliki, yakni Rupiah, adalah alat pembayaran yang sah yang digunakan dalam kegiatan perekonomian nasional yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Rupiah sebagai Mata Uang Negara Kesatuan Republik Indonesia sesungguhnya telah diterima dan digunakan sejak kemerdekaan. Kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap Rupiah akan berdampak pada kepercayaan masyarakat internasional terhadap Rupiah dan perekonomian nasional pada umumnya sehingga Rupiah memiliki martabat, baik di dalam maupun di luar negeri.
Setiap transaksi keuangan yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia wajib menggunakan Rupiah, kecuali untuk transaksi tertentu yang mengharuskan menggunakan valuta asing. Setiap orang dilarang menolak untuk menerima Rupiah dalam rangka pelaksanaan pembayaran dan pelaksanaan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah. Tidak dibenarkan Rupiah yang kita cintai dirusak, dipotong-potong, dihancurkan, diubah, dan dipalsukan. Barang siapa yang dengan sengaja merusak, memotong-motong, menghancurkan, mengubah, dan memalsukan Rupiah dan hal-hal lain yang dianggap merendahkan mata uang Rupiah, akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Betapa pentingnya arti Rupiah ini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Melalui peringatan Hari Oeang ini, mari cintai Indonesia dengan cara mencintai dan memperlakukan Rupiah yang kita miliki dengan benar.

Saudara sekalian,
“Menuju Perekonomian Nasional yang MANTAB (Mandiri, Kuat, dan Stabil) Bersama Kemenkeu” menjadi tema peringatan Hari Oeang tahun 2013. Tema tersebut sangat relevan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah tahun 2013 yaitu “Memperkuat Perekonomian Domestik bagi Peningkatan dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat”. Pilihan tema dimaksud juga menunjukan optimisme Kementerian Keuangan dalam mengelola keuangan dan kekayaan negara supaya daya tahan dan daya saing perekonomian nasional meningkat dalam kegiatan ekonomi yang semakin bersifat global dan kualitas kehidupan masyarakat semakin membaik.
Kementerian  Keuangan memiliki posisi yang sangat strategis dalam pelaksanaan tugas di bidang perekonomian. Hampir semua kegiatan perekonomian nasional berhubungan dengan tugas dan fungsi Kementerian Keuangan. Bersama lembaga dan kementerian lain, Kementerian Keuangan berkoordinasi dalam keterpaduan pelaksanaan tugas menuju tercapainya perekonomian nasional yang mandiri, kuat, dan stabil.
Perekonomian nasional yang mandiri bersendikan usaha mandiri dan kepercayaan diri dari seluruh bagian bangsa. Kemandirian perekonomian suatu negara tergantung oleh kualitas SDM yang dimilikinya dan bagaimana paradigm ekonomi mandiri dipahami dan dikembangkan. Bangsa ini memerlukan para pelaku ekonomi yang penuh inovasi, pandai membaca peluang, dan tidak mudah menyerah.
Di tengah gejolak perekonomian global, kita juga perlu memperkuat fundamental perekonomian nasional melalui berbagai strategi jitu. Kita harus selalu bersikap waspada untuk mencegah merambahnya dampak krisis ekonomi global ke dalam negeri. Indikator fundamental ekonomi yang kuat antara lain pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan berkelanjutan, laju inflasi terkendali, dan cadangan devisa masih cukup besar.
Mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan juga merupakan salah satu prioritas yang ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam KTT APEC 2013 yang dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Forum tersebut bertujuan untuk menjadikan kawasan Asia Pasifik sebagai pusat perkembangan ekonomi dunia. Sebagai bagian dari forum APEC, sudah seharusnya Kementerian Keuangan ikut menjaga peran Indonesia sebagai mesin penggerak pertumbuhan ekonomi global.
Dalam rangka mensinergikan prioritas tersebut dengan Rencana Kerja Pemerintah tahun 2013 untuk memperkuat perekonomian domestik. Kementerian Keuangan perlu melibatkan pemerintah daerah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan meningkatkan kontribusi dari pertumbuhan daerah. Koordinasi yang apik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah juga akan semakin memperkuat fundamental perekonomian nasional.
Selain memperkuat fundamental, Kementerian Keuangan juga harus menjaga stabilitas perekonomian nasional. Stabilitas perekonomian adalah syarat utama untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pertumbuhan yang tinggi dan peningkatan kualitas. Stabilitas perekonomian juga sangat penting untuk memberikan kepastian berusaha bagi para pelaku ekonomi.
Untuk itu, melalui peringatan Hari Oeang ke-67, saya ingin mengajak kepada seluruh pegawai, mari tunjukan sikap proaktif dalam menjaga iklim ekonomi sehingga Kementerian Keuangan mampu mendorong kreativitas dan inovasi dari para pelaku ekonomi di negeri ini. Mari bersama berjuang untuk mewujudkan perekonomian nasional yang mandiri, kuat, dan stabil bersama Kementerian Keuangan.

Saudara-saudara,
Perekonomian nasional yang mandiri, kuat, dan stabil dapat tercapai melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang prudent dan berkesinambungan dengan tetap memberi ruang gerak untuk peningkatan kegiatan ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang disusun perlu didukung oleh reformasi struktural di berbagai bidang, termasuk reformasi birokrasi. Selama beberapa tahun, program reformasi birokrasi dilaksanakan di Kementerian Keuangan. Program tersebut memiliki tujuan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang professional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani public, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dank ode etik aparatur negara.
Dalam rangka meningkatkan kinerja secara signifikan, pelayanan kepada stakeholder, dan sebagai upaya perwujudan good governance serta kelanjutan program reformasi birokrasi, Kementerian Keuangan mencanangkan program transformasi kelembagaan. Program ini bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan dan mengupayakan terbentuknya organisasi yang efektif dan efisien dalam menyelaraskan visi, misi dan mengintegrasikan rencana strategi organisasi untuk mencapai sasaran strategis.
Tujuan awal pencanangan program tranformasi kelembagaan adalah untuk mengatasi berbagai tantangan, mengupayakan terbentuknya organisasi yang efektif dan efisien dalam menyelaraskan visi, misi, dan mengintegrasikan rencana strategi organisasi untuk mencapai sasaran strategis. Selama ini, tantangan yang kita hadapi adalah belum terintegrasinya kelembagaan Kementerian Keuangan. Masing-masing unit Eselon I masih beroperasi seperti silo-silo dengan infrastruktur pendukung yang terpisah. Hal ini mempengaruhi optimalitas pencapaian visi, misi, dan implementasi strategi organisasi Kementerian Keuangan.

Program transformasi kelembagaan adalah sebuah agenda besar untuk mewujudkan Kementerian Keuangan yang unggul, terintegrasi dan berkelas internasional. Kementerian Keuangan harus bertransformasi untuk meninggalkan sekat-sekat sektoral dan harus lebih berorientasi pada proses bisnis yang terintegrasi, berbasis pada teknologi informasi dan SDM yang unggul. Kemungkinan munculnya perbedaan cara pandang dari pelaksanaan program transformasi kelembagaan selalu ada. Namun, yang perlu kita pahami adalah perbedaan tersebut, merupakan dinamika organisasi menuju perbaikan untuk menjamin adanya sustainability fiskal dan proses bisnis yang terjadi di dalam organisasi.

Saudara-saudara,
Inti dari program transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan adalah refinement atau penyempurnaan terus menerus. Kita tentu memahami bahwa sehebat apapun suatu organisasi, perbaikan perlu terus dilakukan. Tujuan akhir yang ingin dicapai dari pelaksanaan program ini adalah menciptakan Indonesia yang sejahtera, demokratis dan adil, menjadi institusi pengelola asset dan keuangan negara yang terbaik di tingkat regional yang bertanggung jawab terhadap rakyat, serta mewujudkan good governance, kinerja, layanan dan kepercayaan public.
Dengan nilai-nilai Kementerian Keuangan yang sudah dimaknai dan dijalankan oleh setiap pegawai, yaitu integritas, profesionalisme, sinergi pelayanan, dan kesempurnaan, maka kita patut optimis bahwa transformasi kelembagaan di Kementerian Keuangan dapat berjalan sesuai yang diharapkan.

Saudara sekalian,
Saya berharap kepada segenap pimpinan Kementerian Keuangan, supaya meningkatkan kualitas dari sistem yang telah kita bangun bersama, tutup celah-celah yang memungkinkan aparat kita berbuat korupsi, kolusi dan nepotisme. Sebagai pengambil kebijakan, Saudara harus selalu bersikap waspada, hati-hati (prudent), bertanggungjawab, akuntabel dan transparan. Kebijakan yang saudara ambil, akan dinilai oleh masyarakat, bangsa dan negara. Juga kepada para pegawai hendaknya menunjukkan hasil kerja yang berkualitas dan berintegritas, selalu bersikap responsif, selalu menjunjung azas transparansi dan akuntabilitas.
Tugas kita sebagai pengelola keuangan dan kekayaan negara adalah tugas mulia yang harus kita jalankan dengan baik dan penuh tanggungjawab. Sebagai pengelola keuangan dan kekayaan negara, banyak sektor-sektor yang bersinggungan secara langsung dan tidak langsung terhadap Kementerian Keuangan. Di sisi perpajakan serta kepabeanan dan cukai, ciptakan pelayanan yang prima, tidak ada kata kompromi terhadap stakeholders yang nakal, tunjukkan keprofesionalan kekayaan negara dan perbendaharaan, ciptakan anggaran yang berkualitas, sinergikan program-program yang ada antara pemerintah pusat dan daerah, jangan sampai program yang dilaksanakan di daerah tidak sejalan dengan program yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, begitu juga sebaliknya, ini semua semata-mata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Di sisi kebijakan, ciptakan formula-formula kebijakan yang mudah dipahami, berpihak pada rakyat, dan selalu reviu peraturan-peraturan yang telah ditetapkan, perbaiki peraturan-peraturan yang sudah tidak sesuai dengan keadaan dan kondisi di lapangan. Di sisi peningkatan kapasitas pegawai, hendaknya setiap SDM yang ada di Kementerian Keuangan, mempunyai pola pikir yang maju, mampu berpikir kritis dan memberikan sumbangsih saran bagi kemajuan bangsa dan negara. Ciptakan pribadi-pribadi yang mampu bersaing, tidak hanya di lingkup nasional, tetapi juga di dunia internasional.

Saudara-saudara,
Sebelum mengakhiri sambutan ini, atas nama Kementerian Keuangan dan pribadi, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pegawai yang telah menunjukkan loyalitas dan integritasnya kepada pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan. Saya juga mengucapkan selamat kepada Kantor Pelayanan Percontohan Tahun 2013 yang telah menunjukkan prestasi, pelayanan, dedikasi, kerja keras, dan sikap profesionalisme selama ini. Saya berharap, di lingkungan Kementerian Keuangan selalu lahir teladan-teladan yang memberi inspirasi bagi kita semua untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Selain itu, saya juga ingin menyampaikan selamat kepada Saudara-saudara hari ini yang memperoleh penghargaan Satyalencana Karya Satya dan Piagam Penghargaan Pensiun. Terima Kasih atas loyalitas dan integritas serta kerja keras yang sudah Saudara-saudara berikan kepada Kementerian Keuangan. Semoga hal tersebut dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua.

Akhir kata, saya ucapkan selamat memperingati Hari Oeang yang ke-67. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua dalam melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan negara tercinta.
Sekian dan terima kasih.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.