SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE KPPBC TIPE PRATAMA SAMBU BELAKANG PADANG

DJBC Khusus Kepri di Garis Depan



Garis Depan  adalah program dokumenter yang bercerita tentang  kehidupan masyarakat di daerah perbatasan Indonesia.  Kami menyajikan  Garis Depan dalam 8 episode, yang terdiri dari  5 perbatasan darat dan 3 perbatasan laut dari wilayah Barat hingga wilayah Timur Indonesia. Kehidupan warga di garis depan negeri, yang justru terbelakang hampir di semua segi kehidupan, menjadi benang merah  seluruh episode. Program berdurasi 60 menit ini, akan membawa anda menjadi bagian dari kehidupan warga perbatasan, dengan beragam realitas kehidupan mereka.

Warga perbatasan harus bergulat dengan  beragam persoalan, seperti buruknya infrastruktur dan akses transportasi, minimnya sarana kesehatan, pendidikan, kelangkaan bahan bakar dan kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari. Ironi hidup warga perbatasan, yang harus bergantung dengan negara tetangga yang jauh lebih maju dan lebih makmur, seperti Malaysia, juga menjadi fakta yang dikupas  apa adanya oleh Garis Depan.Bukan hanya membahas kemiskinan dan beragam persoalan lain, Garis Depan juga menyoroti perjuangan warga perbatasan mengatasi berbagai persoalan yang membelit  hidup mereka. mengangkat kisah inspiratif tentang orang-orang - yang karena kecintaan pada kemanusiaan dan Tanah Air - menjalankan tugas penuh dedikasi di perbatasan. Mereka, antara lain para guru, petugas medis, dan para prajurit yang bertugas menjaga keutuhan garis batas dan keamanan di wilayah perbatasan.  Persoalan-persoalan keamanan di perbatasan, khususnya perbatasan laut juga menjadi bahasan aris Depan.

Mulai dari maraknya penyelundupan melalui laut, hingga illegal fishing kapal-kapal asing di wilayah perairan kita. Pergulatan dan suka duka  aparat, baik aparat Bea Cukai maupun pengawas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menjalankan tugasnya di laut terdepan Indonesia, tersaji secara gamblang dalam Garis Depan.Garis Depan adalah realitas kehidupan orang-orang  di serambi negeri yang terpinggirkan dan terlupakan, namun nasionalisme tetap  mengalir deras dalam darah mereka, kecintaan pada Indonesia dan kesetiaan pada Merah  Putih tak  luntur dari hati mereka.