SELAMAT DATANG DI OFFICIAL WEBSITE KPPBC TIPE PRATAMA SAMBU BELAKANG PADANG

Pemerintah Siapkan Badan Administrasi Perpajakan

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan Badan Administrasi Perpajakan yang langsung di bawah presiden dan memiliki kewenangan lebih besar, untuk meningkatkan penerimaan negara. Lembaga ini akan mengoptimalkan pendapatan pajak, Bea dan Cukai, maupun penerimaan negara bukan pajak. Dari pajak saja, potensi yang belum digarap mencapai Rp 360 triliun setahun.

Sementara itu, dari pendapatan negara Rp 1.635,4 triliun dalam APBN Perubahan 2014, penerimaan perpajakan ditargetkan mencapai Rp 1.246,1 triliun atau sebesar 76,20%. Sedangkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 386,9 triliun (23,66%).   Penerimaan perpajakan terdiri atas pajak, bea, dan cukai.

Penerimaan pajak ditargetkan sebesar Rp 1.072 triliun, yang dipungut oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Pajak ini terdiri atas pajak penghasilan (PPh) nonmigas Rp 485,98 triliun, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) Rp 475,59 triliun, PPh migas Rp 83,89 triliun, pajak bumi dan bangunan (PBB) Rp 21,74 triliun, serta pajak lainnya Rp 5,18 triliun.

Sedangkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan bertugas memungut penerimaan sekitar Rp 172,3 triliun. Rinciannya, penerimaan cukai sekitar Rp 117,2 triliun, bea masuk Rp 35,2 triliun, dan bea keluar Rp 20 triliun.

Demikian rangkuman keterangan Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana, Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany, Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, anggota DPR Komisi XI Harry Azhar Azis, serta Pejabat Pengganti Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Wahju K Tumakaka. Mereka memberikan keterangan secara terpisah.

Sumber